
Kerusakan terjadi pada Jumat (22/5/2026) usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan debit air meningkat tajam hingga menggerus bagian penahan jembatan
Karawang, jabarmaju || Jembatan pengganti Cipondoh Cikampek Utara di Jalan Mashudi, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, dilaporkan roboh meski usia pembangunannya belum genap satu tahun. Infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran APBD Kabupaten Karawang Tahun 2025 itu kini menjadi sorotan warga.
Berdasarkan informasi di lokasi, proyek tersebut memiliki nomor kontrak 027/…./10.2.01.0031.6.3/KPA-JLN/PUPR/2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp189.193.000. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Cahaya Utama Empatbelas dengan ukuran jembatan sepanjang 4,50 meter dan lebar 6,50 meter.
Kerusakan terjadi pada Jumat (22/5/2026) usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan debit air meningkat tajam hingga menggerus bagian penahan jembatan.
Pantauan di lokasi pada Kamis (28/5/2026), sejumlah pekerja mulai melakukan pembongkaran dan perbaikan pada bagian yang ambruk.
Enung, salah seorang pekerja di lokasi, mengatakan proses perbaikan sebenarnya direncanakan lebih awal, namun sempat tertunda.
“Kalau dibongkar langsung dipasang jadi lebih rapat. Mudah-mudahan tiga hari pekerjaan selesai,” ujar Enung.
Menurutnya, derasnya arus air menjadi faktor utama robohnya bagian jembatan tersebut. Ia menyebut sebelumnya terdapat turap penahan yang lebih dulu ambruk akibat terjangan air.
“Ini dikarenakan air hujan deras. Dulunya ada turap tapi roboh, jadi yang ini ikut roboh. Ini baru sekali robohnya,” katanya.
Sementara itu, Ade, warga sekitar, menyebut jembatan tersebut baru selesai dibangun sekitar enam bulan lalu. Ia berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Ambruknya hari Jumat karena airnya besar. Seharusnya ditambah U-Ditch biar ada penahan dan tidak roboh lagi,” ungkap Ade.
Peristiwa ini memunculkan perhatian masyarakat terkait kualitas pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran daerah.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan penanganan permanen sekaligus evaluasi teknis terhadap kualitas konstruksi jembatan tersebut agar tetap aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
***